TEKAT (Tur Evaluasi Kinerja Akhir Tahun)

PERJALANAN Tur Evaluasi Kinerja Akhir Tahun 2012 (TEKAT 2012) Jajaran Pimpinan Puncak dengan kawalan Ikatan Motor Pos Indonesia (IMPI) dimulai dari Bandung, Jumat (21/12). Rombongan kali ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia Dr. I Ketut Mardjana. Secara regular ini adalah kegiatan triwulanan IMPI, yang kali ini secara istimewa diisi dengan agenda evaluasi kinerja akhir tahun, diadakan oleh Korwil VI IMPI Jateng-DIY

1

Dari sebelas Korwil IMPI saban triwulan sekali selalu mengadakan tur bersama para anggotanyanya, memakai kendaraan roda dua. Jadi bisa dihitung bila satu Korwil melakukan perjalan sampai empat kali, maka seluruh Indonesia bisa mencapai 44 perjalanan. Itu belum termasuk kordinator cabang, yang juga sering mengadakan tur keliling. 

TEKAT ini diadakan selalu mampir ke kantorpos- kantorpos yang dilalui. Di sela-sela tersebut, mereka akan mensosialisasikan program dan produk baru PT Pos. “(Ini) untuk selalu mendekatkan diri dengan karyawan dan masyarakat pelanggan PT Pos Indonesia. Berhenti di beberapa tempat di pasar dan lainnya,” kata Mardjana yang ikut turun tangan membagikan brosur.

3

Ia mengatakan bahwa PT Pos adalah sahabat rakyat dan kegiatan seperti itu sangat positif untuk terus dilakukan. Melalui cara ini, mereka berupaya terus untuk bangkit dari keterpurukan. Selama tiga tahun terakhir, PT Pos bangkit dengan pendapatan terus melonjak.

“Kewajiban kita untuk selalu aktif di dalam mencapai visi dan misi PT Pos. Kegiatan ini adalah upaya kita selalu membangun korps PT Pos yang kuat, soliditas dan kebersamaan, untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan,” ujarnya.

Rombongan tiba di Cirebon, Jumat malam. Mereka yang terdiri atas pejabat-pejabat tinggi PT Pos dan karyawan lainnya, memulai tur evaluasi kinerja akhir tahun 2012 dari Kantorpos Cirebon. Pukul 09.30, rombongan berangkat dengan dikawal satu voorijder, menuju Brebes.

Sekitar dua jam, rombongan tiba di Kantorpos Brebes. Kudapan tradisional ; ketela rebus, kacang rebus, teh, kopi, dan diselingi hiburan organ tunggal, membuat rombongan bersemangat. Perjalanan selanjutnya menuju Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan kembali lagi ke Bandung. 

4

Tiba di Tegal, rombongan disambut hidangan makan siang. Yang paling menarik adalah sajian duren dan buah-buahan lainnya. Di sini cukup lama beristirahat sekitar setengah jam. Jarak Tegal-Purbalingga ditempuh sekitar dua jam, rombongan disambut hujan gerimis dan mampir di Kantorpos Pemalang. 

Perjalanan sempat berhenti di Monumen Gatot Subroto, Pemalang, Jawa Tengah. Ditengah rintik gerimis hujan, Mardjana dan rombongan menikmati mendoan, dan kudapan ringan lainnya.

Sampai di Purbalingga hari sudah mulai gelap. Gerimis masih mengguyur. Dan tak lama kemudian, adzan Magrib berkumandang. Rombongan berkumpul beristirahan di Bumi Perkemahan Purbalingga. Acara utama tur evaluasi kinerja akhir tahun 2012 baru digelar Sabtu (22/12) pagi hari sekitar pukul 08.00. Peserta dari Makassar, Semarang, dan daerah di Jawa Tengah lainnya berkumpul jadi satu. Mereka kemudian keliling kota Purbalingga mengenalkan produk PT Pos.

 Di tiap kantorpos yang disambangi, Mardjana selalu menyampaikan misinya sebagai pimpinan tertinggi. Ia mendorong dan mengangkat kesadaran karyawan agar terus bekerja keras. “Kita telah melakukan perubahan. Kita jawab tantangan teknologi informasi karena persaingan yang ketat. Oleh karena itu, kalau tidak bisa menyesuaikan diri dengan sekeliling kita, pandangan bahwa PT Pos Indonesia akan mati, karena perkembangan TI akan betul-betul terjadi” ujarnya dihadapan para peserta tur evaluasi kinerja akhir tahun 2012.

 Mardjana mengatakan, PT Pos adalah perusahaan besar dengan hampir 28 ribu karyawan. Dan aset yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. “Ini aset yang berharga dan belum dimanfaatkan dengan baik” katanya.

 Dengan menjual sistem jaringan, katanya, PT Pos bisa merebut pasar kembali, yang sebelumnya direbut oleh kompetitor. Pertengahan Desember lalu, Mardjana meresmikan  post shop (ritel), pos mal, dan e-commerce. Tahun depan, rencananya ada 500 unit post shop di seluruh Indonesia.

5

 Dengan adanya post shop, dan diversifikasi bisnis lainnya, Mardjana percaya pendapatan PT Pos akan terus meningkat. “Kalau ini sampai 500 unit, sekian milyar bisa kita terima dari poshop. Juga membangun hotel, apartment, mall kecil, ini tentuya akan menghasilan jauh lebih baik,” katanya.

Sejak perusahaan untung, Perusahaan memberikan tunjangan kerja unit setiap triwulan kepada karyawannya. Dengan besaran bervariasi untuk seluruh karyawan seluruh Indonesia. “Itu akibat kerja keras kita semuanya. PT Pos terus menerus laba, 2011 merupakan laba Rp150 miliar. Untuk tahun ini sampai November lalu sudah mencapai 230 miliar, sampai akhir tahun mudah-mudahan bisa tercapai 250 miliar,” katanya.

Minggu (23/12), TEKAT 2012 berlanjut ke Banjar, kemudian ke Ciamis. Magrib tiba dan rombongan disambut makan malam. Hiburan organ tunggal mengiringi rombongan bersantai, sebelum perjalanan ke Tasikmalaya. Di Ciamis, Mardjana sempat menjelaskan post shop yang telah dibangun. 

Sementara pada tahun 2013, para kurir akan dilengkapi personal data terminal (PDT). Dengan ini memungkinan pengantar/kurir dengan cepat melaporkan pengiriman secara online. Jadi, katanya, karyawan akan semakin diringankan kerjanya. “Ini juga memberikan kepercayaan lebih besar kepada pelanggan, karena selama ini permasalahan yang menjadi keluhan, karena lambatnya laporan. Masalah ini menyebabkan bahwa para pelanggan kita tidak puas, dan mengalihkan ke pesaing kita. Oleh karena itu, kita harus lebih baik dengan yang lain,” katanya.

 “Bangunlah citra sebaik-baiknya, karena satu surat bisa mengubah imej kita. Kita punya motto “on time every time”. niscayalah Pos Indonesia ke depan akan semakin baik.”

 Di malam yang menggantung dan gerimis mengguyur, Mardjana dan rombongan masih melanjutkan ke Tasikmalaya, dan menginap di sana. Sebelum pagi harinya, Senin (24/12) bertandang ke Garut dan menuju tujuan akhir, Bandung. Mardjana masih tampak tegap, meski dalam perjalanan menerjang cuaca yang berubah-ubah. 

 Ia mengaku tak minum suplemen khusus untuk perjalanan tur evaluasi kinerja akhir tahun 2012 ini. “Saya malah hari ini enggak sarapan. Tadi di perjalanan untungya ada makanan, jadi agak terbantu,” ujar Mardjana saat ditanya terkait dengan kondisi fisiknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s